Napak Tilas Kisah Perjalanan Para Pejuang Kelulusan Napak Tilas Kisah Perjalanan Para Pejuang Kelulusan
MENGUNDANG SEMUA PENGUNJUNG UNTUK BERKOMENTAR, MENGKRITIK, BERBAGI PENGALAMAN, DLL SESUAI DENGAN PEMBAHASAN POSTINGAN. NO LIVE-LINK, NO SPAM, SEMUA KOMENTAR AKAN DIBALAS JIKA ADMIN SEDANG ON-LINE DAN SELAMAT MENJALANKAN AKTIFITAS BERSILATURRAHMI, BLOG WALKING-LAH SEBELUM BLOG WALKING ITU DILARANG.

Sabtu, 10 November 2012

Napak Tilas Kisah Perjalanan Para Pejuang Kelulusan

Selamat Hari Pahlawan - buat seluruh pembaca yang merayakan, meskipun sedikit terlambat tapi tak apalah daripada tidak mengucapkan nanti malah dikira tidak tahu kalau hari ini adalah Hari sabtu Pahlawan. Jika kita sering mendengar cerita heroik para pejuang mempertaruhkan harta dan nyawanya demi berjuang memperebutkan kemerdekaan Bangsa Indonesia, maka untuk saat ini jika kita ditanya siapakah yang pantas disebut sebagai pahlawan untuk saat ini?. Pahlawan bagi saya adalah seorang pejuang yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan suatu kondisi yang lebih baik atau dengan kata lain berjuang memperebutkan kemerdekaan, dengan demikian saya dan rekan-rekan satu angkatan (level dewa, baca semester lanjut) juga bisa disebut sebagai Pahlawan karena kami saat ini sedang berjuang untuk merebut gelar sarjana dari salah satu lembaga pendidikan (bagi yang bernasib sama jangan senyam-senyum, ini bukan pembelaan melainkan sebuah kenyataan).

Jika dulu pada masa penjajahan perjuangan melawan penjajah, bangsa indonesia membawa senjata untuk merebut kemerdekaan lain halnya dengan masa saat ini, kita berjuang merebut gelar sarjana dengan membawa buku referensi yang tebal-tebal (meskipun gak pernah habis dibaca namun cukup pernah membuka daftar isinya) setiap saat menemui dosen pembimbing untuk mengatur strategi kemenangan. Perjuangan untuk memperebutkan gelar bisa dibilang gampang-gampang susah, bisa disebut gampang karena kita hanya membuat tulisan (baca skripsi) hasil ketikan tangan kita (kalau ngetik sendiri) tapi juga bisa dibilang susah karena kita harus membuat sebuah penelitian tentang suatu keadaan sesuai kemampuan jurusan kita. Butuh strategi dan perjuangan yang menguras banyak waktu, tenaga, biaya dan keringat untuk dapat menyelesaikannya namun ada satu hal yang paling penting yaitu niat kita.

Kenapa kok yang paling penting adalah niat?, jadi begini ceritanya sob, niat merupakan suatu keharusan yang perlu kita lakukan pertama kali agar perjuangan kita dapat mencapai kemerdekan tujuan kita kuliah entah cari ilmu, gelar, ijazah atau apalah tujuan kita kuliah. Kalau kita sudah niat untuk mengerjakan skripsi dengan batas waktu tertentu maka kita akan bersemangat untuk menyelesaikannya sesuai batas waktu yang sudah kita rencanakan, tetapi ada godaan terberat yang dapat menghambat perjuangan kita. Kalau ada yang bilang pengganggu musuh terberat bagi manusia adalah setan namun itu tidaklah sesuai bagi saya karena saya tidak pernah melihat setan jadi tidak tahu gangguanya seperti apa, pengganggu terberat manurut saya adalah teman sekitar yang selalu mengganggu agenda kerja kita. Misalnya ketika kita sedang serius mengerjakan skripsi eh tiba-tiba ada sms masuk, "posisi ada dimana sob, ayo ngopi dekat kampus", wah gila men kalau sudah dapat wangsit seperti semua kesibukan langsung hilang seketika dan langsung tancap gas menuju warung kopi.

Kalau sekali, dua kali, tiga kali, empat kali oke lah gakpapa biar otak kita juga menjadi refresh kembali setelah suntuk dan jenuh mengerjakan skripsi, tapi kalau seringkali ya harus kita antisipasi bahkan harus kita lawan dengan cara konfensional yang sudah sering dipakai orang-orang. Katanya sih kalau kita sedang diganggu setan kita harus baca ayat-ayat yang dapat mengusir setan misalnya ayat kursi dll, terus kalau gak hafal ayat-ayat itu tapi hafalnya cuma Pancasila dan UUD 1945 apa setannya mau pergi? (silahkan dicoba untuk mengetahui hasilnya), jika yang mengganggu adalah teman sejenis kita maka ayat apa yang harus kita baca? kalau saran saya sih mendingan coba baca ayat kursi aja tapi kalau masih belum berhasil silahkan ayatnya ditaruh kemudian kursinya lemparin ke pengganggu kita (gila anarkis banget man, dont try it at home, adegan berbahaya hanya boleh dilakukan oleh yang sudah ahli).

Sementara segitu dulu ya cerita konyol dan gak nyambungnya, ini adalah ketikan curhatan diselah-selah waktu ngerjain skripsi yang sudah memasuki batas injuri time. Semoga lain kali kalau ada waktu luang dan ingin membuat coretan tak ceritakan kepada para pembaca, oh ya kalau ada saran, kritikan, hujatan, celaan, hinaan, dan sejenisnya silahkan tulis dibawah ya, mau berbagi cerita juga boleh. Keep Blogging & have Blog Walking buat semuanya.

37 komentar:

  1. emang bener godaan terberat itu temen :|
    tapi semua godaan itu pasti bakal lenyap kalau kita bisa ngerem atau sadar diri sama apa yang seharusnya kita lakukan dan ingat sama niat kita sebelumnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali sob, semua tergantung pada niat dan kontrol dalam diri kita sendiri karena keberhasilan kita hanya diri kita sendiri yang menentukan.

      Hapus
  2. Berjuang membuat skripsi serasa jadi pahlawan ya sahabat :D

    Selamat Hari Pahlawan (^,^)9

    Buat Para pemuda Indonesia. Mari belajar dari para Pahlawan Indonesia.

    Ditunggu follow balik ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar sekali sob, setidaknya pahlawan bagi diri kita sendiri

      Hapus
    2. Selamat mengerjakan skripsi serius belajar, berdoa, dan disiplin waktu.

      Untuk urusan pacan dan teman bisa dipending seperti BB dulu kah ?. atau langsung pergi ke warung kopi.

      Sepertinya tempat favorit mu warung kopi ya sob.Saya sukanya kopi susu *SapaYgTanya

      Hapus
    3. Hehehehe, apapun kesibukannya ngopi lebih diutamakan. Nyusu juga enak sob

      Hapus
  3. heroik banget.

    tapi bener juga sih, pahlawan ga cuma sekedar bawa bambu runcing tapi bisa juga yang disebut pahlawan mereka yang lagi berusaha menjadi sarjana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhehe, bener sob. Kalau berjuang melawan penjajah baru bawa bambu runcing, tank, dkk kalau berjuang demi kelulusan maka harus bawa amunisi berupa buku referensi yang tebal dan banyak

      Hapus
    2. itu pengganti dari bambu runcing itu :D

      Hapus
    3. Hahahahahha, setidaknya ada lah yang buat jaga diri meskipun bentuknya buku tapi kalau tebel ya lumayan rasanya

      Hapus
  4. selamat berjuang ya! *tamu telat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks kunjungannya sob

      Hapus
  5. selamat hari pahlawan :D telat2 gpp kan

    itu ngopi enak tuh,, apalagi pas bw kek gini.

    cemungudt ya kaka' ngerjain skripsinya XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp, tiada istilah terlambat untuk mengatakan kebaikan. Hehhehehe, skripsi tanpa kopi kayak sayur bening tanpa kuah, gak kebayang kayak gimana

      Hapus
    2. apa?

      kapan sejarahnya sayur tanpa kuah

      Hapus
    3. Baru saja itu sob, masih hangat

      Hapus
  6. iya bro godaan terberat itu temen maka dari itu mpek skg gua belum jadi sarjana ......... wih gua baca2 postingan elu agak sedikit ke arah krtikus kritikus semua hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaa, santai aja sob kata Rico Ade Mandana "gak masalah kapan kita lulusnya yang terpenting setelah lulus kita hidup mapan".
      Kalau masalah isi postingan saya mencoba untuk mengangkat sesuatu yang ada disekitar dan mengambil sudut yang berbeda dari biasanya, mungkin lebih kearah kritik jadinya

      Hapus
  7. tapi kalo pejuang si sarjana itu ujung-ujangnya jadi pejabat korupsi gak pantes dong di sebut pejuang masa kini
    heuheu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terus yang layak disebut sebagai pejabat itu ciri-cirinya yang seperti apa sob? apa harus bawa bambu runcing buat menghabisi semua koruptor koruptor itu?

      Hapus
  8. haha, semangat kak :)
    Selamat hari pahlawan, maaf telat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehe, gakpapa sob meskipun agak terlambat. Thanks ya ucapan selamatnya

      Hapus
  9. Yah lagi skipsi yah Bang, sabar aja yang penting fokus. tapi emang sih ada benarnya juga, kalau orang disekitar juga kadang2 mengganggu konsenterasai :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke oke sob, tapi kalau gak ada orang disekitar malah lebih gak asik lagi

      Hapus
  10. kelak gue akan jadi pahlawan seperti dalam cerita ini
    *curhatan anak semester 3* -_______-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahaha, kalau itu suatu kepastian sob kalau ingin dapat gelar sarjana

      Hapus
  11. Hahaha tetap smangat dn jgn mngeluhy. Oy setan it jg bsa mnyrupai manusia lo. Mf2 kta ne ya, brarti tmannya t yg setan pngganggu. Jgn mw trjrums oke B-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehhhe, bener tuh terkadang teman kita yang sering menjadi pengganggu

      Hapus
  12. semangat bang, jauhi godaan setan-setan itu .
    eits ga mesti dijauhi ding, cukup dikontrol aja biar ga terlalu ganggu .
    sukses ya bang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehehehe buat hiburan aja tuh pengganggu biar gak stres mikirin nasib yang gak jelas

      Hapus
  13. semangat bang... diriku mendoakanmu... semoga para penggoda itu bisa tersadarkan sesegera mungkin. sukses :)

    BalasHapus
  14. jiwa patriotnya keluar.. mantap perjalanannya salut ^_^ -,.

    BalasHapus

Pengikut